Jakarta – PT Jasa Raharja menegaskan komitmennya dalam mendukung keselamatan transportasi nasional pada Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (2/3). Forum strategis yang dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Koordinator PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, serta jajaran TNI-Polri dan BUMN terkait.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menegaskan bahwa fokus perusahaan pada Angkutan Lebaran 2026 adalah percepatan jaminan dan penguatan keselamatan transportasi. “Tugas Jasa Raharja bukan hanya membayarkan santunan, tetapi memastikan negara hadir secara cepat, terintegrasi, dan tanpa penundaan saat ada risiko kecelakaan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, Jasa Raharja mengerahkan 2.000 petugas di seluruh Indonesia, membentuk 29 tim reaksi cepat, menyiapkan 25 pos pelayanan terintegrasi, serta 15 tenda taktis di titik strategis. Selain itu, perusahaan juga melaksanakan 92 kegiatan dukungan keselamatan dan memasang 1.700 titik imbauan lalu lintas.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menambahkan, Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13–25 Maret. Potensi pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, dengan puncak arus mudik pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret, serta arus balik pada 25–26 Maret dan 28–29 Maret. Polri bersama stakeholder akan mengoptimalkan rekayasa lalu lintas seperti ganjil genap, one way, contraflow, hingga buffer zone di pelabuhan.
Kehadiran Jasa Raharja dalam Rakor ini menegaskan peran penting perusahaan dalam memberikan perlindungan sosial bagi korban kecelakaan, sekaligus memperkuat pelayanan publik demi mudik Idulfitri 2026 yang aman dan berkeselamatan.
2026-Jul